BERSEDEKAHLAH WALAU DENGAN SEPARUH KURMA

Originally posted on Ali Maulida:

separuh kurma

Rosululloh  bersabda:

(( اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ))

“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma” (Muttafaq ‘Alaih)

Rosululloh  adalah manusia yang sangat sayang kepada umatnya. Segala hal yang membawa manfaat bagi umatnya telah beliau jelaskan, dan beliau perintahkan mereka untuk mengerjakannya. Demikian pula, segala hal yang dapat membahayakan umatnya telah beliau terangkan, beliau telah pula melarang mereka darinya, dan memperingatkan mereka agar tidak terjatuh pada perkara itu. Beliau sangat khawatir akan bahaya yang dapat menimpa umatnya, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Karena itulah, beliau sangat antusias mendorong umatnya untuk selalu memperbanyak amal sholih.

Setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim pada hakikatnya akan mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri, dan disaat yang sama menghilangkan mudhorot yang sangat mungkin ia alami. Tentu semuanya adalah karena rahmat Alloh  kepada hamba-Nya yang beriman.

“Barangsiapa mengerjakan amal yang sholeh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri. Barangsiapa mengerjakan keburukan, maka (dosanya) untuk…

View original 777 more words

Renungan Dakwah, Pelajaran Dari Surat Al A‘raaf 163-166

Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka Berlaku fasik.” (QS. Al A‘raaf: 163)

Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kalian menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang Amat keras?” mereka menjawab: “Agar Kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhan kalian, dan supaya mereka bertakwa.” (QS. Al A‘raaf: 164)

Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.”(QS. Al A‘raaf: 165)

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina” (QS. Al A‘raaf: 166) Baca lebih lanjut

Adab Membaca Al Qur’an

Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an: Baca lebih lanjut

Tahajud setelah tarawih

Diperbolehkan bagi orang yang sudah melaksanakan shalat tarawih untuk menambah shalat malam dengan shalat tahajud. Hanya saja, kami menyarankan dua hal:

Pertama, hendaknya ikut imam sampai selesai, dan jangan pulang sebelum imam melakukan witir. Tujuannya, agar kita mendapatkan keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam hadis berikut,

مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة

Siapa saja yang ikut shalat tarawih berjemaah bersama imam sampai selesai maka untuknya itu dicatat seperti shalat semalam suntuk.” (H.r. Abu Daud dan Turmudzi; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Kedua, tidak boleh melakukan witir dua kali. Jika sudah witir bersama imam maka ketika tahajud tidak boleh witir lagi. Ini berdasarkan hadis,

لَا وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ

Tidak boleh ada dua witir dalam satu malam.” (H.r. Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani) Baca lebih lanjut

Dakwah adalah Segalanya

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (Al Qashash : 77)

Artinya prioritas utama adalah akhirat tetapi jangan sampai melupakan dunia. Lalu apa hubungan antara mencari maisah dan dakwah?

Dakwah adalah segalanya. Ini adalah sebagaimana prinsip hidup Rasulullah Shallallahu’alahi wassalam yg meletakkan dakwah di atas segalanya. Tentu kita masih ingat di dalam sirah Rasulullah Shallallahu’alahi wassalam diiming-imingi dengan kekayaan, kedudukan, kekuasaan, dan kehormatan spy Rasulullah Shallallahu’alahi wassalam menghentikan dakwahnya, lalu apa jawab beliau, beliau dengan tegas bersabda, Baca lebih lanjut