Konsep Pendidikan dalam Surat Al-Humazah

Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia tidak hanya terpaku pada kegiatan-kegiatan rutinitas ritual semata. Al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak ada satu pun perkara di dunia ini kecuali Al-Qur’an telah menjelaskannya baik secara terperinci maupun secara global yang kemudian dijelaskan oleh Rasulullah ` dalam sunnahnya.[1]

Allah l berfirman dalam Surat An-Nahl [16] ayat 89:

Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu.

Dalam menafsirkan ayat ini Ibnu Mas’ud a berkata, “Setiap sesuatu dan segala disiplin ilmu pengetahuan telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.” Lebih lanjut Ibnu Katsir v menambahkan bahwa Al-Qur’an menerangkan yang halal dan yang haram serta apa saja yang diperlukan oleh manusia dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, baik ketika masih hidup maupun setelah mati”.[2] Jadi segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia telah terkandung dalam Al-Qur’an. Dan di antara kebutuhan mendasar bagi manusia adalah masalah pendidikan. Maka Al-Qur’an sebagai sumber segala ilmu mengandung sumber dan contoh yang baik dalam proses pendidikan berbasis karakter.[3] Bahkan seluruh ayat-ayat dalam Al-Qur’an memiliki nilai-nilai pendidikan yang dapat dikaji dan dikembangkan bagaimanapun bentuk ayatnya.[4]

Al-Qur’an yang diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 22 tahun 2 bulan 22 hari telah berhasil mendidik generasi awal umat ini menjadi generasi yang cemerlang. Ada dua alasan pokok yang bisa disebutkan bahwa Al-Qur’an berperan besar melakukan proses pendidikan kepada umat manusia. Pertama, Al-Qur’an banyak menggunakan dan mengulang term-term yang mewakili dunia pendidikan, misal term “ilmu”, “hikmah”, “ya’kilun”, “ta’lam”, dan sebagainya. Kedua, Al-Qur’an mendorong umat manusia untuk berfikir dan melakukan analisis pada fenomena yang ada di sekitar kehidupan manusia.[5]

Berbicara mengenai konsep pendidikan, maka tidak terlepas dari yang namanya kurikulum. Suatu kurikulum mengandung atau terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut: (1) Tujuan, (2) isi atau program, (3) metode atau proses belajar mengajar, dan (4) evaluasi.[6]

Terkait dengan masalah metode pendidikan, paling tidak ada beberapa metode pendidikan yang ditemukan dalam Al-Qur’an, di antaranya metode perintah, larangan, targhib (motivasi), tarhib (ancaman), kisah, dialog dan debat, pembiasaan, dan qudwah.[7]

Objek surat dalam Al-Qur’an yang akan kita gali konsep pendidikan di dalamnya adalah Surat Al-Humazah. Al-Humazah adalah surat yang ke-104 dan terdiri dari 9 ayat. Surat ini termasuk ke dalam surat Makiyyah.[8]

Allah ta’ala berfirman,

(1) Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, (2) Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, (3) Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya, (4) Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah (5) Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (6) (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, (7) Yang (membakar) sampai ke hati (8) Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (9) sedang mereka itu diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Ibnu Abbas berkata, “Humazah dan lumazah itu maknanya gemar menghina dan suka mencela”. Mujahid berkata, “Hamazah itu mencela dengan tangan dan mata, sedangkan lumazah adalah mengumpat dengan lidah”.[9]

Tujuan Pendidikan

Dalam Surat Al-Humazah kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tujuan pendidikan dari surat tersebut adalah mengajarkan kepada peserta didik bahwa perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia akan berbuah siksaan api neraka di akhirat kelak. Maka dengan menjelaskan implikasi antara perbuatan buruk dan siksa neraka diharapkan seseorang muncul dalam jiwanya sikap menjauhi setiap perbuatan buruk sejauh-jauhnya.

Salah satu tujuan pendidikan yang juga bisa kita petik dari surat tersebut adalah bahwa harta bukanlah segala-galanya. Harta bukanlah standar kemuliaan. Maka diharapkan peserta didik tidak menjadi orang yang berpandangan materialisme yang mengukur sesuatu hanya berdasarkan harta dan memahami bahwa tinggi rendahnya derajat seseroang tidak didasarkan pada harta. Peserta didik juga diharapkan tidak menjadi orang yang hedonis yang mengejar kesenangan atau kebahagiaan dunia melalui harta.

Isi atau Program Pendidikan

Adapun isi atau program pendidikan dari surat tersebut adalah menjelaskan kepada peserta didik tentang beberapa sifat tercela yaitu pengumpat, pencela, tamak dan kikir. Dalam surat ini juga dijelaskan tentang nama dan sifat nereka. Salah satu nama neraka yang dikenalkan oleh Allah l dalam surat itu adalah Huthamah.

Metode atau Model Pembelajaran

Ada pun model pembelajaran yang digunakan dalam Surat Al-Humazah adalah model tarhib. Tarhib adalah upaya menakut-nakuti manusia agar menjauhi dan meninggalkan suatu perbuatan. Landasannya adalah ancaman berupa hukuman atau sanksi sebagai konsekuensi peniggalan perintah atau pelaksanaan larangan. Dalam ayat ini Allah l memberikan ancaman berupa api neraka (Huthamah) dikarenan perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan seperti mengumpat, mencela, sifat tamak dan kikir.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwasanya salah satu model pendidikan yang bisa digunakan dalam dunia pendidikan khusunya yang terkait perilaku buruk adalah dengan model tarhib, yaitu memberikan hukuman atau sanksi jika perbuatan buruk tersebut dilakukan.

Relevansinya dalam dunia pendidikan saat ini adalah untuk hal-hal yang sifatnya buruk atau perbuatan-perbuatan buruk, selain perlunya dijelaskan tentang hal atau perbuatan tersebut dan dampak buruknya, perlu juga adanya pelarangan secara tegas disertai dengan ancaman sanksi/hukuman. Pelarangan model ini bahkan perlu didukung dengan suatu kebijakan.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Mubarakfuri, Shafiyyurrahman. 2010. Shahih Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir. Vol. 5.

____________________________. 2010. Shahih Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir. Vol. 9.

Ash-Shuyani, Ahmad bin Abdur Rahman. 2002. Manhaj Talaqqi Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah: Konsep Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam Mengambil Sumber Hukum Islam. Solo: Pustaka Arafah.

Syafri, Ulil Amri. 2012. Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an. Depok: Rajawali Press.

Tafsir, Ahmad. 2012. Ilmu Pendidikan Islami, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

———-

[1] Ahmad bin Abdur Rahman Ash-Shuyani, Manhaj Talaqqi Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah: Konsep Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam Mengambil Sumber Hukum Islam, Solo: Pustaka Arafah, 2002, hlm. 16.

[2] Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir, 2010, Vol. 5 , hlm. 239.

[3] Ulil Amri Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an, Depok: Rajawali Press, 2012, hlm. vii.

[4] Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an, hlm. 63.

[5] Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an, hlm. 59-60.

[6] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islami, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2012, hlm. 83.

[7] Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an, hlm. xxii.

[8] Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir, 2010, Vol. 9,  hlm. 703.

[9] al-Mubarakfuri, Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Vol. 9, hlm. 704.

 

Muhamad Ilyas
Bogor, 19 Nopember 2014

Download Makalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s