Facebook 12, sungguh menggoda!!!???

Juni 23, 2009

Mungkin temen-temen bertanya-tanya apa itu facebook 12? Apa kaitannya dengan band musik ST 12? Jelas tidak ada hubungannya. Disini saya akan berbagi pengalaman saya yang tentu berkaitan dengan facebook , tapi kenapa ada 12 yah??? Mari ikuti terus tulisan saya ini.

Di tempat saya bekerja yang juga merupakan lingkungan kampus yaitu di Universitas Indonesia, akses facebook dibatasi, alias diblokir dan hanya dibuka pada waktu-waktu tertentu. Akses facebook diblokir pada jam-jam kerja atau kuliah, yaitu antara pukul 08.00 – 12.00 dan 13.00 – 16.00. Jadi bagi kita, akses terhadap facebook adalah sebelum pukul 08.00, antara 12.00 – 13.00, dan pukul 16.00 ke atas. Mungkin sebelum jam 8 pagi sedikit dari kita yang sudah sampai ke kantor atau ke kampus. Jam 4 sore adalah jam pulang kerja, bagi karyawan, mungkin terutama sekali yang sudah berkeluarga termasuk saya, ingin cepat-cepat pulang ke rumah. Oleh karena itu, akses terhadap facebook menjadi terbatas hanya saat jam istirahat yaitu antara pukul 12.00 – 13.00.

Ya, sekitar jam 12 siang adalah waktu awal shalat dhuhur, kumandang adzan dhuhur pun terdengar dari Masjid Ukhuwah Islamiah (MUI) yang terlihat jelas dari ruang kerja saya di lantai 7 Gedung Pusat Administrasi UI. Kumandang adzan sekaligus menyertai dibukanya pintu gerbang akses facebook, dan inilah yang saya maksudkan facebook 12. Maka apa yang terjadi selanjutnya? Anda benar, ada dua kemungkinan untuk itu yaitu apakah saya memenuhi panggilan adzan untuk mendirikan shalat berjamaah di awal waktu atau bermain facebook (kebetulan waktu itu saya lagi getol-getolnya main facebook). Sempat berulang kali saya lebih dikuasai godaan untuk bermain facebook terlebih dahulu. Pada saat itu yang ada dipikiran saya adalah waktu untuk bermain facebook terbatas, hanya satu jam saja, sedangkan shalat bisa menyusul nanti jam 1 setelah facebook diblokir kembali, jadi main facebook aja.

Ketika mengikuti bimbingan bahasa arab, waktu itu membahasa surat An-Nas (menerjemahkan dan menggali maknanya), Dr. Apipudin M.Hum sebagai ustad dan pembimbing memberikan penjelasan bahwasanya kita diperintahkan agar berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan yang datang ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.

”Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia”. [QS. An Naas (114): 4-5]

Dan itulah yang terjadi, tanpa disadari saya sedang dibisikkan oleh syaitan. Di dalam menjelaskan ayat berikut, ” Yang membisikkan ke dalam dada manusia”, tentu saja yang dimaksudkan adalah bisikan kejahatan, ustad Apipudin menjelaskan bahwa yang menjadi target dari syaitan adalah dada manusia atau hati manusia, titik yang paling penting dari manusia. Jika hati manusia sudah dikuasai, maka pikiran pun otomatis akan terkuasai, dan pada ujungnya akan berlanjut menjadi perkataan dan atau perbuatan. Pada kasus saya ini, pada ujungnya saya bisa lebih mengutamakan ber-facebook ria ketimbang shalat berjamaah di awal waktu. Padahal dalam shalat berjamaan dan di awal waktu terdapat keutamaan dan merupakan perintah dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Dan juga ketika pertemuan berikutnya, beliau menjelaskan surat Al Falaq yang berisi perintah untuk berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan, ketika menerangkan ayat kedua berikut:

”Dari kejahatan apa-apa yang diciptakan-Nya”

Beliau menjelaskan bahwasanya setiap makhluk, apa pun itu, mempunyai sisi baik dan sisi buruk atau sisi jahat. Dan surat Al Falaq ini, terutama ayat kedua, kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dari sisi jahatnya. Begitu juga dengan facebook, facebook adalah makhluk Allah dimana mempunyai sisi baik dan sisi jahat. Mungkin facebook bisa menjadi alat untuk mempererat silaturahmi dan bisa juga sebagai alat dakwah, tetapi perlu disadari juga bahwa terdapat sisi jahat yang perlu kita waspadai. Salah satunya karena facebook kita bisa lalai terhadap shalat seperti pada kasus saya ini. Meskipun nantinya saya shalat juga yaitu setelah facebook di blokir kembali, pada kasus ini saya tetap dikatakan orang yang celaka,

”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” [QS. Al Maa’uun (107) : 4-5]

Oleh karena itulah tulisan ini sengaja saya tulis untuk memberikan nasehat, kepada diri saya sendiri khususnya, akan pentingnya memperhatikan hal ini supaya tidak menjadi orang yang celaka. Oleh karena itu, siapa pun kita hendaklah sesering mungkin memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wata’ala dengan kalimat-kalimat yang telah dicontohkan dalam surat An-Nas dan Al Falaq ini, terutama sekali jika ada pikiran-pikiran atau maksud tidak baik dalam diri kita.

Keutamaan dan Perintah Mendatangi Adzan dan Shalat Berjamaah

Berkenaan dengan keutamaan shalat di awal waktu dan berjamaah, banyak sekali hadist-hadist yang menerangkan hal ini,  misalnya di dalam kitab ”Bulughul Maram Jilid 1” karya Al Hafizh Ibnu Hajar  Al ’asqolani berikut,

Hadis no.422: Dari Abdullah bin Umar rodhiallahu ’anhuma: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda: ”Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat”.(Muttafaq ’alaih)

Dan hadits no.424: Dari Abu Hurairah rodhiallahu ’anhu, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda: ”Demi diriku yang berada di tangan-Nya. Aku berkeinginan kuat untuk menyuruh supaya kayu bakar dikumpulkan, kemudian aku menyuruh seseorang untuk mengumandangkan adzan, menyuruh seseorang untuk mengimami shalat, kemudian aku mendatangi para lelaki yang tidak menyaksikan shalat untuk membakar rumah-rumah mereka. …(dan seterusnya) ”.(Muttafaq ’alaih)

Dan hadits no.427: Dan darinya pula (maksudnya Abu Hurairah) rodhiallahu ’anhu, ia berkata: ”Seorang buta menemui Rasulullah shallallahu ’alaihi wa Sallam dan berkata, ’Wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak ada orang yang menuntunku ke masjid.’ Beliau pun memberikan keringan untuknya. Ketika orang itu pergi, beliau memanggilnya kembali dan bersabda , ’Apakah engkau mendengar seruan shalat (adzan)?’ Ia berkata, ’Ya.’ Beliau bersabda, ’Datangilah!’” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Dan hadits no.428: Dari Ibnu ’Abbas rodhiallahu ’anhu: Nabi Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda: ”Barang siapa yang mendengar adzan, lalu ia tidak mendatanginya. Maka tidak ada shalat untuknya, kecuali apabila ada udzur.” Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, ad-Daraquthni, Ibnu Hibban, dan Al Hakim.

Dan hdits no.429: Dari Yazid bin Al Aswad rodhiallahu ’anhu, bahwasanya ia shalat Shubuh bersama Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam, ketika telah selesai shalat, ternyata ada dua orang yang tidak ikut shalat, lalu beliau memanggilnya. Mereka pun datang dengan rasa takut. Beliau bersabda pada keduanya, ”Mengapa kalian tidak ikut shalat bersama kami?” Mereka menjawab, ”Kami sudah shalat di tempat kami.” Beliau bersabda, ”Jangan kamu lakukan itu, apabila kalian telah shalat di tempat kalian, lalu mendapatkan imam belum shalat, hendaklah kamu berdua shalat bersamanya, karena yang demikian itu sunnah buat kalian.” Diriwayatkan oleh Ahmad, dan ini adalah lafazhnya. Juga diriwayatkan oleh imam yang tiga dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi

Semoga tulisan saya kali ini bisa menjadi nasehat bagi yang membacanya, terutama sekali bagi penulis, supaya kita tidak lalai dan tergoda tidak hanya oleh facebook tapi oleh segala hal yang melalaikan. Oleh karena kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah saling nasehat dan menasehati. Sebagai mana hadist yang terdapat dalam kita ”Riyadus Shalihin” karya Imam An-Nawawi berikut,

Hadis no. 182: Dari Abu Ruqayyah yaitu Tamin bin Aus  ad-Dari rodhiallahu ’anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda: “Agama itu adalah merupakan nasehat….(dan seterusnya)”. (Riwayat Muslim)

Dan hadis no. 183: Dari Jarir bin Abdullah rodhiallahu ’anhu, katanya: ”Saya membaiat kepada Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam untuk mendirikan shalat, memberikan zakat dan member nasihat kepada setiap orang islam.” (Muttafaq’ alaih)

Wallahu ‘alam bisahawab

Entry Filed under: Diary. Tag: , , , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Nasehat Hari Ini (NHI)

Wahai saudara seiman seakidah, kehidupan dunia begitu menggoda tapi jangan terperdaya oleh gemerlap dunia yang sementara, jangan pula terbujuk oleh para pembujuk dan pembisik-pembisiknya dengan mengorbankan surga yang abadi.

Tulisan Terakhir

Top Posts

RSS HASMI Jaksel

Islamul Yaum

Siapa Abdullah bin Saba?

Syi’ah identik dengan nama Abdullah bin Saba. Sudah banyak sumber yang mengulas siapa sebanarnya Abdullah bin Saba ini. Namun jewishencyclopedia menurunkan keterangan sehubungan dengan orang yang disebut-sebut sebagai pendiri Syi’ah ini.

Menurut jewishencyclopedia, Abdullah bin Saba adalah seorang Yahudi dari Yaman. Ia hidup pada abad ketujuh, menetap di Madinah dan memeluk Islam—sesuatu yang oleh sejarah kemudian dipertanyakan komitmen keislamannya. Ia begitu sering mengkritik kebijakan Khalifah Ustman bin Affan. Setelah salah satu kritiknya disampaikan secara negatif, ia dibuang dari kota. Situ ia pergi ke Mesir, di mana ia mendirikan sebuah sekte anti-Ustman, dan berlindung dengan cara mempromosikan kepentingan Ali.

Di Mesir, ia memperoleh pengaruh besar di sana, dan merumuskan doktrin kepentingannya. Pada awalnya, ia dikenal dengan penyebar ajaran Abdullah. Ketika Ali memimpin, ia menjilat dengan mengatakan bahwa “Anda adalah Anda!” dengan maksud mengultuskan Ali.

Tidak hanya berada di balik pembunuhan Ustman, Abdullah bin Saba pun berperan besar atas pembunuhan Ali. Ketika Ali sudah terbunuh, ia mengatakan Ali masih hidup, dan tak pernah terbunuh, bahwa sebagian dari Ketuhanan itu tersembunyi di dalam dirinya, dan bahwa setelah waktu tertentu, Ali akan kembali ke bumi untuk menegakkan keadilan.

Dalam konteks ini, Abdullah bin Saba telah meletakkan konsep Ali sama sepertinya Mesias dalam keyakinan Kristen. Keyakinan ini sampai kini terus melekat dalam sebagian pengikut Syi’ah. (sa/ jewishencyclopedia)

Arsip

Keluarga Myindo

Sahabat Fasilkom-ers

Sahabat Sintesa-ers

Sahabat Smansawi-ers

SahabatZ

Universitas Indonesia

MY TECHNO


Add to Technorati Favorites

Feed

Twitter Terbaru