Pahala Sedekah dapat Dikirimkan kepada Orang yang Sudah Meninggal

Allah SWT telah mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tua.  Allah Azza Wa Jala memerintahkan untuk terus menyambungkan tali silaturahim dengan kerabat dan berbuat baik dengan orang lain. Sedangkan bentuk bakti dan kebaikan dan silaturahin yang paling baik adalah mengirimkan kebaikan dan pahala kepada orang tua dan kerabat yang sudah meninggal, sebab dalam kondisi ini amal dan perbuatan mereka telah terputus dan mereka sangat membutuhkan tambahan kebaikan dan pahala.

Di antara amal perbuatan tersebut adalah sedekah atas nama orang yang sudah meninggal karena pahala dan kebaikan pahala ini bisa sampai kepada orang yang sudah meninggal tersebut sebagaimana yang telah menjadi ijma yang telah menjadi konsensus dan telah menjadi kesepakatan para ulama ahlussunnah wal jamaah dan juga telah dijelaskan oleh banyak dalil. Di antaranya adalah hadis dari Aisyah ra: ”Seorang laki-laki datang kepada Nabi solallahu alaihi wasallam dan berkata: ’Wahai Rosulullah ibuku meninggal secara mendadak dan ia tidak sempat berwasiat apa-apa. Aku pikir apabila ia sempat berwasiat sepertinya dia akan berwasiat untuk mensedekahkan hartanya. Apakah dia akan mendapatkan pahala apabila aku yang akan melakukan sedekah itu?’ Beliau solallahu alaihi wassalam menjawab: ’Ya’.”

Juga hadis dari Abu Hurairah ra, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rosulullah solallahu alaihi wassalam dan berkata: ’Bapakku meninggal dunia dan meninggalkan harta. Akan tetapi dia tidak sempat berwasiat. Apakah jika aku bersedekah dapat menghapuskan dosa-dosanya?’ Beliau solallahu alaihi wassalam menjawab: ’Ya’.”

Ketentuan ini tidak hanya berlaku antara anak dan orang tuanya atau kerabatnya bahkan seorang sahabat pun jika bersedekah untuk temannya yang meninggal pahalanya akan sampai kepadanya. Sebagaimana hadis wasilah Ibnu Asqa ra beliau berkata: ” Ketika kami bersama Rosulullah saw dalam perang tabuk, sekelompok orang dari Bani Salim mendatangi Nabi saw, mereka berkata: ’Wahai Rosulullah, seorang teman kami telah berhak mendapatkan api neraka.’ Rosulullah saw bersabda: ’Bebaskan seorang budak atas nama temanmu itu. Niscahya Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari api neraka’.”

Setelah para sahabat mengetahui keistimewaan sedekah ini mereka pun bergegas mensedekahkan hartanya atas nama orang-orang yang telah meninggal. Di antaranya adalah Abudrahman Ibnu Auf ra yang bersedekah atas nama ibunya dengan membebaskan sepuluh orang budak. Sementara itu Aisyah ra bersedekah dengan membebaskan budak-budaknya atas nama saudaranya yang telah meninggal saat tidur.

Wahai orang-orang yang berbudi yang tidak melupakan orang yang telah berjasa kepada kita dan kebaikan orang yang berbuat baik kepada kita, balaslah jasa dan kebaikan mereka dengan yang lebih besar lagi. Muliakanlah mereka dengan kemuliaan yang lebih tinggi lagi. Di alam kubur mereka adalah orang-orang yang paling membutuhkan pertolongan dan kebaikan kita. Hari terus berganti, keburukan yang kita lakukan akan dibalas keburukan dan kebaikan kita kepada orang tua dan keluarga kita akan dibalas pula dengan kebaikan oleh anak-anak dan keluarga kita.

Di tuliskan oleh muhamad ilyas dari siaran Radio Fajri : tanggal 25 Mei 2009 jam 11.00

5 thoughts on “Pahala Sedekah dapat Dikirimkan kepada Orang yang Sudah Meninggal

  1. yg mjd mslh adl mayoritas kaum muslimin mjdkan dalil ini utk melegalkan pengiriman pahala bacaan Al Fatihah kpd Mayit, padahal Imam Syafii sendiri tlh mengatakan bhw kiriman pahala Al Fatihah kpd orang yg sdh mati tdk akan sampe & ini termasuk perkara baru dlm agama (muhdats)…..maka qta hrs berhati2 dlm hal ini agar tdk tergelincir kpd perkara2 bid’ah…….

    • ilyas berkata:

      Oleh karena itu, hendaklah suatu amalan didasari dengan dalil dan nash-nash yang jelas.

      Buat abu hamzah terima kasih atas tambahannya. I agree with u. Dan memang perlu diperhatikan dalil di atas khusus masalah sedekah bukan yang lain.

      Berilmu sebelum beramal.

      Smoga kita diselematkan dari tergelincirnya kepada perkara-perkara bidah.

      Jazakallah khayran

  2. aku berharap jika suatu saat nanti aku menikah dan dikaruniai seorang anak, aku ingin anak yang pandai bersedekah, bahkan menjadi aliran amal yang tak terputus … amin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s